Home Pendidikan Nadiem Makarim: Dari Pendiri Gojek Hingga Nahkodai Reformasi Pendidikan Indonesia

Nadiem Makarim: Dari Pendiri Gojek Hingga Nahkodai Reformasi Pendidikan Indonesia

Nadiem Makarim

105
0
SHARE
Nadiem Makarim: Dari Pendiri Gojek Hingga Nahkodai Reformasi Pendidikan Indonesia

Keterangan Gambar : Sumber : Wikipedia

 

Nadiem Makarim: Dari Pendiri Gojek Hingga Nahkodai Reformasi Pendidikan Indonesia

sumbanews.my.id– Nama Nadiem Anwar Makarim mencuat sebagai salah satu figur paling berpengaruh di dunia teknologi dan pemerintahan Indonesia dalam satu dekade terakhir. Pria kelahiran 4 Juli 1984 ini dikenal publik sebagai pendiri Gojek, startup decacorn pertama Indonesia, sebelum dipercaya Presiden Joko Widodo menjabat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada 2019-2024.

Lahir di Singapura dari pasangan Nono Anwar Makarim, pengacara keturunan Arab-Minang, dan Atika Algadri, penulis keturunan Arab-Jawa-Madura, Nadiem tumbuh dalam lingkungan keluarga yang dekat dengan dunia aktivisme dan intelektual. Kakek dari pihak ibu, Hamid Algadri, tercatat sebagai salah satu perintis kemerdekaan Indonesia.

Pendidikan Nadiem ditempuh di Jakarta dan Singapura sebelum ia melanjutkan kuliah Hubungan Internasional di Brown University, Amerika Serikat, pada 2002. Ia sempat mengikuti program pertukaran pelajar di London School of Economics. Gelar MBA diraihnya dari Harvard Business School pada 2009.

Membangun Gojek dari Ide Sederhana

Selepas kuliah, Nadiem bekerja sebagai konsultan di McKinsey & Co Jakarta selama tiga tahun. Pengalaman di dunia korporasi membuatnya melihat celah besar di sektor transportasi informal. Pada 2010, ia mendirikan Gojek, awalnya hanya untuk menghubungkan penumpang dengan tukang ojek lewat call center.

Gojek berkembang pesat menjadi super-app yang mencakup transportasi, pesan-antar makanan, pembayaran digital, hingga logistik. Di bawah kepemimpinannya, Gojek beroperasi di Indonesia, Singapura, Vietnam, dan Thailand. Kesuksesan ini membawa Nadiem masuk daftar Bloomberg 2018 dan menerima penghargaan Nikkei Asia ke-24.

Merdeka Belajar di Kementerian

Pada 23 Oktober 2019, Nadiem dilantik sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Indonesia Maju. Di usia 35 tahun, ia menjadi menteri termuda saat itu. Pada April 2021, jabatannya digabung dengan Kementerian Riset dan Teknologi.

Program andalan Nadiem adalah "Merdeka Belajar", yang memberi ruang lebih besar bagi sekolah, guru, dan mahasiswa untuk berinovasi. Kebijakan Kampus Merdeka memungkinkan mahasiswa belajar di luar kampus dan jurusan mereka. Pendekatan ini terinspirasi dari pengalamannya di dunia startup yang menekankan fleksibilitas dan eksperimen.

Kontroversi dan Pengakuan Internasional

Kiprah Nadiem tidak lepas dari sorotan. Di akhir masa jabatannya, muncul dugaan korupsi terkait pengadaan laptop di Kemendikbudristek yang masih dalam proses hukum. Meski begitu, kontribusinya diakui secara internasional. Gojek masuk daftar Fortune Top 50 World Changing Companies, sementara Nadiem dinobatkan sebagai The Straits Times Asian of The Year.

Nadiem menikah dengan Franka Franklin pada 2014 dan memiliki anak bernama Solara Franklin Makarim. Ia kerap menekankan pentingnya pola pikir global yang dibentuk dari pengalaman pendidikan dan kariernya di luar negeri.

Sumber: Wikipedia Indonesia, http://rotasi.co.id, http://infobiografi.com