
Keterangan Gambar : Sumber : Tripsumba
Wisata Sumba 2026 Makin Populer: Dari Weekuri Lagoon hingga Pantai Walakiri, Ini Daya Tariknya
SUMBA, sumbanews.my.id– Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur perlahan naik menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia pada 2026. Dengan luas wilayah dua kali Bali namun hanya dihuni sekitar 800 ribu jiwa, Sumba menawarkan pengalaman wisata yang berbeda: perpaduan budaya adat yang masih hidup dan lanskap alam yang relatif perawan.
Kenaikan minat wisatawan terlihat dari banyaknya ulasan terbaru yang menyebut Sumba sebagai “Bali versi 20 tahun lalu”. Ketenangan, keaslian budaya, dan pemandangan alam yang dramatis jadi daya tarik utama.
Weekuri Lagoon, Laguna Kristal di Sumba Barat Daya
Salah satu ikon wisata Sumba saat ini adalah Weekuri Lagoon. Laguna air asin alami ini terbentuk dari campuran air laut dan air danau, menciptakan suhu air yang unik untuk berenang. Lokasinya dikelilingi tebing karst yang kontras dengan ketenangan laguna di satu sisi, dan deburan Samudra Hindia di sisi lain. Fasilitas warung lokal di sekitar area membuat pengunjung bisa menikmati camilan khas sambil bersantai.
Pantai Walakiri, Sunset dan Mangrove Menari di Sumba Timur
Pantai Walakiri juga tak kalah populer. Pantai ini dikenal lewat pohon mangrove yang tumbuh di tepi pantai dan tampak “menari” saat air surut. Saat senja, siluet mangrove dengan latar langit jingga menjadi spot foto favorit wisatawan. Pasir putih yang memanjang ke laut membuat lokasi ini aman dan nyaman untuk keluarga.
Dorong Pariwisata Berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dan Sumba Barat Daya terus mendorong konsep pariwisata berkelanjutan. Tujuannya menjaga kelestarian budaya Marapu, rumah adat, dan kain tenun ikat khas Sumba, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal. Akses transportasi juga makin membaik dengan adanya penerbangan langsung ke Bandara Waingapu dan Tambolaka dari Kupang, Bali, dan Jakarta.
Dengan karakteristiknya yang sepi, eksklusif, dan otentik, Sumba diprediksi akan menjadi tujuan utama wisatawan yang mencari alternatif dari destinasi mainstream seperti Bali dan Lombok.
Editor : Redaksi














LEAVE A REPLY